PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Thursday, November 23, 2017

CUCI TANGAN (HAND HYGINE) 6 LANGKAH WHO

DUNIA KEPERAWATAN | 12:28 AM |
HAND HYGINE
(CUCI TANGAN BAIK DAN BENAR MENURUT WHO)

A.    Pengertian
Teknik mencuci tangan biasa adalah membersihkan tangan dengan antiseptik mencuci tangan dan air untuk mengurangi penyebaran bakteri tanpa harus merusak kulit. Antiseptik ini bersifat cair, tetapi biasanya kurang efektif dan bekerja lebih lambat daripada menggosok tangan higienis. (WHO, 2009)
Teknik mencuci tangan aseptik adalah membersihkan tangan dengan antisepti mencuci tangan dengan bahan antiseptic untuk mengurangi penyebaran bakteri tanpa harus merusak kulit . antiseptic ini bersifat cair dan cepat bereaksi, dan tidak memiliki efek jika digunakan secara terus menerus, khususnya bagi petugas yang berhubungan dengan pasien yang mempunyai penyakit menular atau sebelum melakukan tindakan bedah aseptik dengan antiseptik dan sikat steril. (WHO, 2009)
Teknik mencuci tangan steril adalah mencuci tangan steril (suci hama), khususnya bila akan membantu tindakan pembedahan atau oprasi. Peralatan yang dibutuhkan untuk mencuci tangan steril adalah menyediakan bak cuci tangan dengan pedal kaki atau pengontrol lutut, sabun antimicrobial (non-iritasi, spectrum luas, kerja cepat), sikat scrub bedah dengan pembersih kuku dari plastic, masker kertas dan topi atau penutup kepala, handuk steril, pakaian di ruang scrub dan pelindung mata, penutup
Sepatu. (WHO, 2009)

B.     Indikasi Mencuci Tangan (Five Moment)
Semua petugas di rumah sakit dan pengunjung pasien harus memahami 5 saat mencuci tangan ini, sehingga salah satu prinsip pencegahan dan kontrol infeksi dapat berjalan dengan baik.
NO
FIVE MOMENT
FUNGSI
1.
Sebelum kontak dengan pasien
Melindungi pasien dari kuman yang anda bawa
2.
Sebelum tindakan aseptik
Juga untuk melindungi pasien
3.
Setelah terkena cairan tubuh pasien
Melindungi anda, pasien dan lingkungan dari kuman
4.
Setelah Kontak dengan pasien
Melindungi anda, pasien dan lingkungan dari kuman
5.
Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien
Melindungi anda, pasien dan lingkungan dari kuman

C.    Persiapan Mencuci Tangan
Menurut WHO (2009) ada beberapa yang harus diperhatikan dalam mencuci tangan:
1.       Air
Tujuan mencuci tangan secara rutin dalam perawatan pasien adalah untuk menbersihkan kotoran dan bahan organik serta kontaminasi mikrobasetelah kontak dengan pasien atau lingkungan. Sementara air sering disebut "pelarut universal", tidak bisa langsung membuang zat hidrofobik seperti lemak dan minyak sering pada tangan kotor.
2.      Pengeringan Tangan
Tangan basah dapat lebih mudah memperoleh dan menyebarkan mikroorganisme, pengeringan yang tepat dari tangan merupakan bagian integral mencuci tangan rutin. Kehatihatian dalam mengeringkan tangan merupakan faktor penting menentukan tingkat pertumbuhan bakteri yang terkait dengan touch-contact setelah pembersihan tangan.
3.      Plain (non-antimikroba) sabun
Sabun adalah produk berbahan deterjen yang berisi diesterifikasi asam lemak dan natrium atau kalium hidroksida. Sabun tersedia dalam berbagai bentuk termasuk bar sabun, tisu, daun, dan cair. Terlalu sering membesihkan tangan menggunakan sabun mengakibatkan hilangnya lipid dan mengikuti kotoran, tanah, dan berbagai zat organik dari tangan.
4.      Alkohol
Kebanyakan antiseptik mengandung alkohol baik etanol, isopropanol atau n-propanol, atau kombinasi dari dua produk ini. Konsentrasi diberikan sebagai persentase volume (= ml/100ml, disingkat%v/v), persentase Berat (=g/100g, disingkat%m/m), atau persentase Berat/volume (=g/100 ml, disingkat%m/v).

D.    Prinsip Mencuci Tangan
1.      Dilakukan dengan menggosokkan tangan menggunakan cairan antiseptik (handrub) atau dengan air mengalir dan sabun antiseptik (handwash). Rumah sakit akan menyediakan kedua ini di sekitar ruangan pelayanan pasien secara merata.
2.      Handrub dilakukan selama 20-30 detik sedangkan handwash 40-60 detik.
3.      Lima kali melakukan handrub sebaiknya diselingi 1 kali handwash

E.     Cara Mencuci Tangan Menggunakan Sabun Dan Air Mengalir
Menurut WHO (2009), cara mencuci tangan menggunakan air dan sabun dapat dilakukan dengan 12 langkah dalam rentang waktu 40 sampai 60 detik.
1.      Basuh tangan dengan air.
2.      Tuangkan sabun secukupnya pada tangan.
3.      Gosok kedua telapak tangan dan punggung tangan.
4.      Gosok selah-selah jari kedua tangan.
5.      Bersihkan ujung-ujung jari secara bergantian dengan cara dikatupkan.
6.      Jari-jari tangan kiri dirapatkan sambil di gosokkan ke telapak tangan kanan, dan lakukan sebaliknya.
7.      Gosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan kanan, dan sebaliknya.
8.      Gosok kuku jari tangan kanan memutar ke telapak tangan kiri, dan sebaliknya.
9.      Basuh kedua tangan dengan air mengalir.
10.  Keringkan tangan dengaan menggunakan tisue baru, (handuk tidak dianjurkan karena kelembabannya cenderung menyimpan kuman)
11.  Gunakan tisue tersebut untuk menutup kran.
12.  Tangan sudah bersih dan siap untuk digunakan.

F.     Cuci Tangan Menggunakan Handrub
6 langkah cuci tangan yang benar menurut WHO yaitu :
1.      Tuang cairan handrub pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.
2.      Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
3.      Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih
4.      Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci
5.      Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
6.      Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan


G.    Bahaya Tidak Mencuci Tangan
1.      Bagi petugas kesehatan beresiko tertular penyakit dari pasien akibat tangan yang tidak di cuci
2.      Mudah terkena penyakit infeksi flu
3.      Diare
4.      Terinfeksi bakteri E. Coli
5.      Keracunan Makanan
6.      Hepatitis A
7.      Penyakit cairan tubuh seperti typhus
8.      Impetigo (infeksi pada kulit)
9.      Disentri

DAFTAR PUSTAKA
Darmadi. 2008. Infeksi Nososkomial Problematika dan Pengendaliannya.Jakarta: Salemba Medika.
Schaffer. 2000. Infeksi Nosokomial dan Praktik yang Aman. Jakarta: EGC.
World Health Organization, 2009, WHO guidelines on hand hygiene in health care, First Global Patient Safety Challenge Clean Care is Safer Care, Geneva: WHO Perss
.


TONTON VIDIONYA, JANGANLUPA LIKE, SUBSCRIBE dan SHARE

No comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search