PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Sunday, September 17, 2017

ASKEP ASITES DAN PARASENTESIS ABDOMEN (PUNGSI ASITES)

Kapevi Hatake | 2:42 AM | Be the first to comment!
ASUHAN KEPERAWATAN
ASITES DAN PARASENTESIS ABDOMEN (PUNGSI ASITES)


A.    DEFINISI
Menurut Hawkeys (2012), Asites berasal dari bahasa yunani yang berarti tas kulit yang digunakan untuk membawa anggur, air atau minyak. Asites merupakan akumulasi cairan patologis didalam rongga peritoneal.
Menurut Yamada (2009), Asites adalah akumulasi cairan di rongga peritoneal, penyebab yang paling umum adalah sirosis hepatis, keganasan peritoneal dan gagal jantung.
Menurut Niedhurber (2014), Asites adalah penumpukkan cairan patologis didalam rongga peritoneal yang kebanyakan disebabkan oleh penyakit sirosis pada parenkim hati sebanyak 85% kasus, asites karena keganasan sebanyak 10% kasus dan sisanya disebabkan oleh gagal jantung dan penyebab lain.

B.     ETIOLOGI
Menurut Grace (2007) dalam bukunya At a Glance Ilmu Bedah, asites merupakan cairan yang berakumulasi dalam rongga peritoneal disebabkan 6 hal, yaitu:
1.      Peritonitis kronis (misalnyatuberkulosis, apendisitis yang tidak terdiagnosis)
2.      Karsinomatosis (tumor ganas, khususnya ovarium, lambung)
3.      Penyakit hati kronis (sirosis, deposit sekunder, obstruksi vena porta atau hepatik, infeksi parasit)
4.      Gagal jantung kongestif (gagal jantung kanan, RVF)
5.      Gagal ginjal kronis (nefrotil sindrom)
6.      Kilus (obstruksi duktus limfatikus)

C.    TANDA DAN GEJALA
1.      Perut membuncit
2.      Penambahan berat badan
3.      Kesulitan bernafas karena perut yang tegang oleh cairan
4.      Pada kasus malignasi terjadi penurunan berat badan
5.      Pada pemeriksaan fisik terdapat cairan yang ditandai penonjolan pada panggul
6.      Jaundice (kuning) pada pasien hepatitis
7.      Peningkatan tekanan vena porta
8.      Mudah lelah
9.      Hernia umbilikal
10.  Hasil pemeriksaan USG terdapat peningkatan akumulasi cairan di rongga peritoneal
(Rongga peritoneum berisi + 100ml cairan yang berfungsi untuk lubrikasi / pelicin dari membran peritoneum. Pada orang dewasa normal, rongga peritoneum dapan mentoleransi cairan > 2 liter tanpa menimbulkan gangguan)
(Hawkey, 2012)

D.    KLASIFIKASI ASITES
Menurut Khan (2002), asites digolongkan menjadi dua grade yaitu grade tinggi dan grade rendah, tergantung pada Serum Asites Albumin Gradient (SAAG)
1.       Asites gradient tinggi ditandai dengan peningkatan tekanan vena porta, sirosis hepatis, nefrotik sindrom, hipoalbuminemia.
2.      Asites gradien rendah ditandai dengan penyakit gagal jantung, keganasan peritoneum, perforasi kandung kemih, pankreatitis.

E.     PATOFISIOLOGI ASITES
Adanya akumulasi cairan asites menunjukkan kondisi total natrium dan air di tubuh berlebih, tetapi faktor dan penyebab yang mendasari ketidak seimbangan ini belum diketahui. Meskipun banyak proses patogenesis  yang telah menunjukkan terjadinya asites pada abdomen, tetapi sekitar 75% kasus disebabkan hipertensi portal pada sirosis hpatis dengan fase infektif, inflamasi dan infiltratif.
Terdapat 3 teori tentang terbentuknya asites ini, seperti : underfilling, overflow dan vasodilatasi arteri perifer.
1.      Teori underfiling, menunjukkan bahwa abnormalitas primer berkaitan dengan sequestrasi cairan pada pembuluh splangnic, yang memicu hipertensi portal dan konsekuensinya, menurunkan efektifitas volume darah yang bersirkulasi. Kondisi ini mengaktifasi renin plasma, aldosteron, nervus simpatis yang memicu retensi natrium dan air di ginjal.
2.      Teori Overflow, pada terodi ini abdnormalitas primer disebabkan gangguan retensi ginjal terhadap natrium dan air akibat tidak adanya deplesi volume. Teori ini berkembang berdasarkan observvasi pasien sirosis yang terjadi hipervolumia intravaskuler tibanding hipovolumia.
3.      Teori yang sekarang digunakan adalah adanya hipotesa vasodilatasi arteri perifer. Adanya hipertensi portal memicu vasodilatasi yang menyebabkan penurunan efektifitas volume darah arteri. Eksitasi neurohormonal meningkat, retensi natrium ginjal meningkat dan volume plasma terekspansi. Kondisi ini akan memicu overflow cairan ke cavum peritoneal abdomen. Teori vasodilatasi ini, juga menunjukkan bahwa undefiling adalah fase awal dan overflo adalah fase akhir pada sirosis.
Meskipun urutan kejadian antara perkembangan hipertensi portal dan retensi natrium ginjal belum diketahui lebih detile mana yang lebih dahulu, tetapi fakta menunjukkan bahwa hipertensi portal akan meningkatkan kadar nitrit oksida.
Nitrik oksida akan memediasi vasodilatasi perifer dan vasodilatasi splancnic. Aktifitas nitrit oksida sintasedi arteri hepatal lebih besar pada pasien dengan asites dibandingkan pasien tanpa asites. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap akumulasi cairan di cavitas abdomen ini.
Peningkatan kadarepinefrin dan norepinefrin adalah faktor yang telah ditemukan. Hipoalbuminemia dan  penurunan tekanan okontik memicu ekstravasasi cairan plasma ke peritoneal. Dan ini sering ditemukan pada pasien asites baik dengan hipertensi portal maupun hipoalbuminemia.
(Godong, 2013)







F.    PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.      Pemeriksaan laboratorium
·         DPL : limfoma, infeksi
·         LFT: penyakit hati
·         Ureum dan elektrolit: penyakit ginjal
2.      Rontgen abdomen: asites, gambaran ground glass, hilangnya gambaran visera, massa yang besar (gambaran udara usus eksentrik, kurangnya gas pada satu kuadran), fibroid.
3.      Ultrasonografi: asites, menunjukkan massa kistik.
4.      CT-Scan
5.      Parasentesis: kultur + sensitivitas (infeksi), sitologi (tumor).
6.      Biopsi hati: hepatomegali yang tidak terdiagnosis.
(Grace, 2007)

G.     KOMPLIKASI
1.      Perdarahan varises
2.      Gangguan elektrolit
3.      Ensefalopati hepatik
4.      Gangguan keseimbangan asam basa
5.      Hepatoma (Grace, 2007)

H.    PENATALAKSANAAN
Menurut Niederhurber (2014) penatalaksanaan asites dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1.      Pemberian deuretik
2.      Kateter drainase
3.      Peritoneovenous shunting
4.      Terapi intraperitoneal
5.      Imunoterapi
6.      Radioisotop
7.      Diet pembatasan natrium
8.      Large volume parasentesis (pungsi asites):
a.       Pengertian
Parasentesi (pungsi asites) adalah tindakan memasukkan suatu kanula ke dalam rongga peritoneum untuk mengeluarkan cairan asites. Parasentesis dilakukan untuk alasan diagnostic dan bila asites menyebabkan kesulitan bernafas yang berat akibat volume cairan yang besar. Parasentesis cairan asites dapat dilakukan 5-10 ltr/hr, dengan catatan harus dilakukan infuse albumin sebanyak 6-8 gr/L cairan asites yang dikeluarkan. Efek dari parasentesis adalah hipovolemia, hipokalemia, hiponatremia, ensefalopati hepatica dan gagal ginjal. Cairan asites dapat mengandung 10-30 gr protein/L, sehingga albumin serum kemudian mengalami deplesi, mencetuskan hipotensi dan tertimbunnya kembali cairan asites. (Price,, 2005).
b.      Prosedur paresentesis abdomen
1)      Persiapan alat
·         Sarung tangan steril
·         Kapas alkohol
·         Infus set
·         Gunting
·         Plester
·         Bengkok/botol/plabot
·         Bethadine cair
·         Kassa steril
·         Pincet
2)      Persiapan pasien
·         Pasien diberitahu tentang yang akan dilakukan
·         Pasien menandatangani informed concent
3)      Pelaksanaan
·         Petugas mencuci tangan
·         Petugas memakai sarung tangan
·         Desinfeksi dinding perut dengan bethadine
·         alkohol 70% tunggu 30 detik
·         Lakukan dengan infus set dan cairan abdomen dialirkan keluar ditampung dalam bengkok/botol/plabot
·         Fiksasi jarum infus dengan plester
·         Periksa cairan yang keluar dan alirkan keluar maksimal 2 liter cairan ascites
·         Cabut jarum infus
·         Tutup dengan kassa steril dan bethadine
c.       Komplikasi parasentesis
1)      Perdarahan
2)      Infeksi
3)      Jarum paresentesis dapat melubangi usus, lambung atau bladder.


DAFTAR PUSTAKA

Godong, B., 2013. Patofisiologi dan Diagnosis Asites pada Anak. Volume 63 no. 1. http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/issue/archieve. journal. Jakarta
Grace A. Pierce dan Borley R. Neil. 2007. At a Glance Ilmu Bedah. Edisi Ke-3.Jakarta. Erlangga.
Hawkey J.C dkk. 2012. Textbook Of Clinical Gastroenterology And Hepatology. second Edition. blackwell publishing. USA.
Niederhuber, John E dkk. 2014. Abeloff's Clinical Oncology. Fifth Edition. Elsevier Saunders. Philadelphia.
Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses- Proses. Penyakit. Ed.6. Jakarta: EGC.
Yamada,  Tadataka dkk. 2009. Atlas Of Gastroenterology. Fourth Edition. blackwell publishing. USA.



Read more ...

Friday, September 15, 2017

LEAFLET HEPATITIS

Kapevi Hatake | 9:02 PM | Be the first to comment!
LEAFLET HEPATITIS



Read more ...

SAP HEPATITIS

Kapevi Hatake | 8:27 PM | Be the first to comment!
A.   Pokok Bahasan                 : Penyakit Sistem Pencernaan
B.     Sub Pokok Bahasan          : Hepatitis
C.       Sasaran                            : Perawat/Pasien/Keluarga Pasien
D.    Waktu                               : 20 menit
E.     Tempat                              :  Ruang Korpri Melati
F.      Tujuan
1.      TIU ( Tujuan Instruksional Umum )
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang penyakit hepatitis diharapkan sasaran mampu memahami tentang penyakit hepatitis.
2.      TIK ( Tujuan Instruksional Khusus )
Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit sasaran penyuluhan diharapkan dapat :
a.       Menyebutkan pengertian hepatitis.
b.      Menyebutkan tanda gejala hepatitis.
c.       Menyebutkan penyebab hepatitis.
d.      Menyebutkan penatalaksanaan dan pencegahan penyakit hepatitis.
e.       Menyebutkan komplikasi hepatitis.
f.       Menyebutkan pemeriksaan diagnostik penyakit hepatitis.
g.      Menyebutkan ramuan herbal untuk penyakit hepatitis.
  
G.    Kegiatan
No.
TAHAP
WAKTU
KEGIATAN



PENYULUH
KLIEN
1
Pembukaan

5 Menit
  1. Mengucapkan Salam
  2. Memperkenalkan diri.
  3. Menjelaskan maksud dan tujuan.
  4. Apersepsi dengan memberikan pertanyaan berhubungan dengan penyakit hepatitis.
  1. Menjawab salam.
  2. Perkenalan
  1. Menyimak

  1. Menjawab pertanyaan yang diberikan.
2
Pelaksanaan
12 Menit
  1. Menyampaikan materi.
  2. Memberi kesempatan bertanya.
  1. Mendengarkan penjelasan.
  2. Bertanya tentang hal yang tidak di mengerti.

3
Penutup
3 Menit
  1. Memberikan evaluasi dengan bertanya tentang semua yang sudah dijelaskan pada sasaran.
  2. Mengucapkan salam dan terimakasih.
  1. Menjawab pertanyaan yang ada.

  1. Menjawab salam.
  
H.    Media                                : Leaflet
I.       Metode                              : Ceramah, Tanya jawab
J.       Evaluasi
1.      Sebutkan pengertian hepatitis?
2.      Sebutkan tanda gejala hepatitis?
3.      Sebutkan penyebab hepatitis?
4.      Sebutkan penatalaksanaan dan pencegahan penyakit hepatitis?
5.      Sebutkan komplikasi hepatitis?
6.      Sebutkan pemeriksaan diagnostik penyakit hepatitis?
7.      Sebutkan ramuan herbal untuk penyakit hepatitis?


  

Lampiran Materi
Apa Itu Hepatitis???
Hepatitis adalah penyakit infeksi yang menyerang hati, disebabkan oleh virus

Tanda dan Gejala
1.             Selera makan hilang
2.             Rasa tidak enak di perut
3.             Mual sampai muntah
4.             Demam tidak tinggi
5.             Kadang-kadang disertai nyeri sendi
6.             Nyeri dan bengkak pada perut sisi kanan atas (lokasi hati)
7.             Bagian putih pada mata (sklera) tampak kuning
8.             Kulit seluruh tubuh tampak kuning
9.             Air seni berwarna coklat seperti air teh.

Penyebab
1.      Virus hepatitis A, B, C, D, dan E.
2.     Alkohol
3.     Obat-obatan
4.     Bahan beracun (Hepatotoksik)

Penatalaksanaan dan Pencegahan
1.      Berikan vaksin hepatitis
2.     Cuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet
3.     Hindari penggunaan jarum suntik secara bersamaan
4.     Hindari kontak dengan penderita hepatitis
5.     Jangan minum-minuman beralkohol
6.     Hindari penggunaan peralatan mandi dan makan secara bersamaan
7.     Istirahat 1-2 bulan
8.     Diet makanan yang mengandung cukup kalori



Komplikasi Hepatitis
1.      Terjadinya pengerasan organ hati (nekrosis)
2.     Karsinoma (Tumor)
3.     Hiperbilirubin/ikterik (kuning pada kulit/mata)


Pemeriksaan Diagnostik
1.      Serum Enzim (SGOT, SGPT, Bilirubin).
2.     Serologi: Anti HAV, HBV, HbsAG, HbeAG, HDAG, Anti HCV, Enzim ImmunoAssay (EIA), IgG, dan IgM.
3.     Radiologi: tampak pembesaran hati
4.     Biopsy liver


Ramuan Herbal Untuk Hepatitis
1. Daun pare
Ambillah segenggam daun pare segar, secangkir air matang, dan juga garam secukupnya saja. Aturan pembuatannya adalah cucilah daun pare terlebih dahulu, kemudian dibilas dengan air matang. Setelah itu tumbuklah daun sampai halus dan ditambahkan dengan 1 cangkir air. Aduklah dengan merata dan ditambahkan sedikit garam. Kemudian saringlah ramuan Obat Hepatitis yang Alami itu minumlah di pagi hari serta diminum sebelum makan. Sebaiknya resep ini tidak diminum oleh ibu hamil karena akan berdampak terjadinya keguguran.
2. Tomat
Obat Hepatitis yang Alami dengan menggunakan dua buah tomat yang masak, gula pasir secukupnya saja. Cara membuat Obat Hepatitis yang Alami ini adalah dengan mencuci dan memotong buah tomat. Setelah itu di rebus dengan air secukupnya saja. Jika sudah mendidih, maka lumatkan dan digiling kemudian diperas. Air perasan tadi kemudian ditambahkan dengan gula kemudian diminum dengan dosis 2 kali sehari.
3. Mengkudu 
Ambillah tiga buah mengkudu matang dan segenggam kulit mengkudu, selembar daun pisang, sepotong kain, cuka secukupnya saja. Aturan pembuatan adalah cucilah buah mengkudu dicuci dan kemudian diparut dan diperas dengan sepotong kain. Air perasan tadi diminum. Dan untuk penggunaan luar, maka ulit mengkudu ditumbuk sampai halus, setelah itu aduklah dengan sedikt cuka. Bungkus ramuan Obat Hepatitis yang Alami tadi dengan daun pisang. Kemudian dipanaskan sebentar diatas api atau juga langsung di kukus. Dan untuk kondisi yang hangat maka tempelkanlah bungkusan tersebut pada daerah perut bagian kanan atas, tempart dimana hati mengalami pembengkakan.

Read more ...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search