PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Friday, November 24, 2017

APA ITU TRANFUSI dan GOLONGAN DARAH?

Kapevi Hatake | 8:28 PM | Be the first to comment!
MENGENAL TRANFUSI DAN GOLONGAN DARAH

A.    Pengertian
Tranfusi darah adalah penginjeksian darah dari seseorang (yang disebut donor) kedalam sistem peredaran darah seseorang yang lain (yang disebut resipien) (Ebrahim,2007).
Tranfusi adalah proses pemindahan darah dari tubuh seseorang kedalam tubuh orang lain. Orang yang menerima darah disebut resipien, sedangkan orang yang memberikan darahnya disebut donor (Firmansyah, 2009).

B.     Jenis Golongan Darah
Ada empat golongan darah yang utama, yaitu A, B, AB dan O. Perbedaan diantara golongan-golongan ini ditentukan oleh ada tidaknya dua zat kimia utama (yaitu A dan B) dalam sel darah merah, serta oleh ada tidaknya dua unsur yaitu unsur anti-A dan unsur anti-B dalam serum darah tersebut.
Dalam darah terdapat yang namanya serum dan plasma, perbedaaanya adalah plasma memiliki fibrinogen dan faktor pembeku darah, sedangkan serum tidak memilikinya.
Seseorang yang bergolongan darah O dikenal sebagai donor universal, karena sel darah merah orang ini tidak mengandung zat kimia A maupun B. Tetapi orang ini tidak menerima darah orang lain kecuali yang bergolongan darah O karena serum darahnya berisi unsur anti-A dan anti-B. (Ebrahim,2017).
                 
C.    Apa itu Aglutinogen, Aglutinin dan Aglutinasi?
Aglutinogen dan agutinin adalah kandungan protein didalam darah. Aglutinogen merupakan protein berupa antigen, sedangkan aglutinin merupakan protein berupa antibodi. Aglutinogen terdapat pada eritrosit, sedangkan aglutinin terdapat pada plasma darah. Aglutinasi adalah proses penggumpalan darah akibat dari proses pembentukan antibodi. Eritroblastosis fetalis adalah proses penggumpalan darah pada bayi akibat dibentuknya aglutinin karena rhesus ibu dan bayi berbeda.
GOLONGAN DARAH
AGLUTINOGEN
AGLUTININ
A
A
α
B
B
β
O
-
α dan β
AB
A dan B
-
      (Firmansyah, 2009).

D.    Siapakah Penemu Golongan Darah Dan Sistem Rhesus Darah (Rh)?
Penggolongan darah A, B, AB dan O ditemukan oleh seorang ahli imunologi Austria, Karl Landsteiner pada tahun (1868-1943). Penggolongan darah ini berdasarkan atas terdapatnya dua jenis aglutinogen, yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B.
Selain golongan darah Landsteiner menemukan sistem Rhesus (RH). Sistem rhesus ditemukan pada percobaan terhadap kera Macaca Rhesus. Pada sistem Rh, apabila darah seseorang mengandung aglutinogen rhesus maka orang tersebut ytermasuk rhesus positif (rh+). Adapun jika tidak mengandung aglutinogen rhesus, orang tersebut termasuk rhesus negatif (rh-) (Firmansyah, 2009).

E.     Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Tranfusi Darah
Hal yang harus diperhatikan dalam tranfusi darah adalah jenis aglutinogen donor dan aglutinin resipien agar tidak terjadi penggumpalan dalam darah. Tabel dibawah menunjukan golongan darah pendonor yang cocok dengan resipien.
        RESIPIEN

DONOR
A
B
O
AB
A
+
_
_
+
B
_
+
_
+
O
+
+
+
+
AB
_
_
_
+
Keterangan:
( - )            =          Menggumpal
( + )           =          Tidak Menggumpal
(Firmansyah, 2009).

F.     Indikasi (Penyebab) Untuk Tranfusi
Pada dasarnya ada dua alasan umum mengapa perlu dilakukan trnfusi darah, yaitu (1) kehilangan darah, dan (2) kekurangan unsur-unsur penting dalam darah.
            1.      Kehilangan darah
            Kehilangan darah dapat mengakibatkan berkurangnya volume darah yang mengalir dalam                    tubuh. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor:
a.       Perdarahan akibat persalinan
b.      Luka bakar
c.       Operasi
d.      Ketidakcocokan darah antara ibu dan anak. Dalam kasus seperti ini, tranfusi pertukaran harus dilakukan untuk menyelamatkan nyawa si anak.
e.       Anemia akut dan kronis, serta kekacauan sistem pembeku darah seperti hemofilia.
           2.      Kekurangan unsur-unsur penting dalam darah
a.   Pasen anemia yang menderita kekurangan sel darah merah, hanya membutuhkan tranfusi sel darah merah saja.
b.    Pasien hemofilia, sebagai akibat gangguan sistem pembekuan darah, pada pasien hemofilia harus mendapatkan tranfusi plasma darah atau di injeksi dengan Anti Haemopbilic Factor (AHF) (Ebrahim, 2007)

G.    Apa Saja Reaksi Negatif (Efek Samping) Tranfusi Bagi Tubuh?
Pada dasarnya tranfusi darah adalah salah satu cara untuk menolong seseorang akibat kekurangan sel dan unsur-unsur penting darah, namun disamping itu tranfusi juga memiliki efek yang kadang tidak dinginkan (efek samping), tabel dibawah ini akan menjelaskan tentang efek samping tranfusi:
NO
REAKSI/PENYEBAB
KLINIS/TANDA
1
Reaksi hemolisis: darah pasien dan darah tranfusi tidak kompatibel
Menggigil, demam, sakit kepala, nyeri punggung, sesak nafas, nyeri dada, takikardia, hipotensi
2
Reaksi demam: sensitifitas darah klien terhadap sel darah putih, trombosit atau protein plasma darah tranfusi
Demam, menggigil, hangat, kulit kemerahan, sakit kepala, nyeri otot, cemas/gelisah.
3
Reaksi alergi ringan: sensitivitas terhadap protein plasma yang ditranfusikan.
Kemerahan, gatal, urtikaria, mengi
4
Reaksi alergo (berat): reaksi antigen-antibodi
Dispnea, nyeri dada, kolaps sirkulasi, henti jantung
5
Sepsis: darah yang diberikan terkontaminasi
Demam tinggi, menggigil, muntah, diare, hipotermi
6
Hipervolemia: pemberian darah melebihi kemampuan sirkulasi
Batuk, dispnea, kongesti paru, distensi vena leher, takikardi, hipertensi
(Tamsuri, 2009)


REFERENSI
Ebrahim, Abul Fadl Mohsin. 2007. Fikih Kesehatan, Jakarta, Serambi Ilmu Semesta.
Firmansyah, Rikky, dkk. 2009. Buku Mudah dan Aktif Belajar Biologi 2 (IPA) Kelas 11 SMA. Jakarta; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Tamsuri, Anas. 2009. Seri Asuhan Keperawatan “Klien Gangguan Keseimbangan Cairan & Elektrolit” . Jakarta: ECG.
Read more ...

Thursday, November 23, 2017

CUCI TANGAN (HAND HYGINE) 6 LANGKAH WHO

Kapevi Hatake | 12:28 AM | Be the first to comment!
HAND HYGINE
(CUCI TANGAN BAIK DAN BENAR MENURUT WHO)

A.    Pengertian
Teknik mencuci tangan biasa adalah membersihkan tangan dengan antiseptik mencuci tangan dan air untuk mengurangi penyebaran bakteri tanpa harus merusak kulit. Antiseptik ini bersifat cair, tetapi biasanya kurang efektif dan bekerja lebih lambat daripada menggosok tangan higienis. (WHO, 2009)
Teknik mencuci tangan aseptik adalah membersihkan tangan dengan antisepti mencuci tangan dengan bahan antiseptic untuk mengurangi penyebaran bakteri tanpa harus merusak kulit . antiseptic ini bersifat cair dan cepat bereaksi, dan tidak memiliki efek jika digunakan secara terus menerus, khususnya bagi petugas yang berhubungan dengan pasien yang mempunyai penyakit menular atau sebelum melakukan tindakan bedah aseptik dengan antiseptik dan sikat steril. (WHO, 2009)
Teknik mencuci tangan steril adalah mencuci tangan steril (suci hama), khususnya bila akan membantu tindakan pembedahan atau oprasi. Peralatan yang dibutuhkan untuk mencuci tangan steril adalah menyediakan bak cuci tangan dengan pedal kaki atau pengontrol lutut, sabun antimicrobial (non-iritasi, spectrum luas, kerja cepat), sikat scrub bedah dengan pembersih kuku dari plastic, masker kertas dan topi atau penutup kepala, handuk steril, pakaian di ruang scrub dan pelindung mata, penutup
Sepatu. (WHO, 2009)

B.     Indikasi Mencuci Tangan (Five Moment)
Semua petugas di rumah sakit dan pengunjung pasien harus memahami 5 saat mencuci tangan ini, sehingga salah satu prinsip pencegahan dan kontrol infeksi dapat berjalan dengan baik.
NO
FIVE MOMENT
FUNGSI
1.
Sebelum kontak dengan pasien
Melindungi pasien dari kuman yang anda bawa
2.
Sebelum tindakan aseptik
Juga untuk melindungi pasien
3.
Setelah terkena cairan tubuh pasien
Melindungi anda, pasien dan lingkungan dari kuman
4.
Setelah Kontak dengan pasien
Melindungi anda, pasien dan lingkungan dari kuman
5.
Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien
Melindungi anda, pasien dan lingkungan dari kuman

C.    Persiapan Mencuci Tangan
Menurut WHO (2009) ada beberapa yang harus diperhatikan dalam mencuci tangan:
1.       Air
Tujuan mencuci tangan secara rutin dalam perawatan pasien adalah untuk menbersihkan kotoran dan bahan organik serta kontaminasi mikrobasetelah kontak dengan pasien atau lingkungan. Sementara air sering disebut "pelarut universal", tidak bisa langsung membuang zat hidrofobik seperti lemak dan minyak sering pada tangan kotor.
2.      Pengeringan Tangan
Tangan basah dapat lebih mudah memperoleh dan menyebarkan mikroorganisme, pengeringan yang tepat dari tangan merupakan bagian integral mencuci tangan rutin. Kehatihatian dalam mengeringkan tangan merupakan faktor penting menentukan tingkat pertumbuhan bakteri yang terkait dengan touch-contact setelah pembersihan tangan.
3.      Plain (non-antimikroba) sabun
Sabun adalah produk berbahan deterjen yang berisi diesterifikasi asam lemak dan natrium atau kalium hidroksida. Sabun tersedia dalam berbagai bentuk termasuk bar sabun, tisu, daun, dan cair. Terlalu sering membesihkan tangan menggunakan sabun mengakibatkan hilangnya lipid dan mengikuti kotoran, tanah, dan berbagai zat organik dari tangan.
4.      Alkohol
Kebanyakan antiseptik mengandung alkohol baik etanol, isopropanol atau n-propanol, atau kombinasi dari dua produk ini. Konsentrasi diberikan sebagai persentase volume (= ml/100ml, disingkat%v/v), persentase Berat (=g/100g, disingkat%m/m), atau persentase Berat/volume (=g/100 ml, disingkat%m/v).

D.    Prinsip Mencuci Tangan
1.      Dilakukan dengan menggosokkan tangan menggunakan cairan antiseptik (handrub) atau dengan air mengalir dan sabun antiseptik (handwash). Rumah sakit akan menyediakan kedua ini di sekitar ruangan pelayanan pasien secara merata.
2.      Handrub dilakukan selama 20-30 detik sedangkan handwash 40-60 detik.
3.      Lima kali melakukan handrub sebaiknya diselingi 1 kali handwash

E.     Cara Mencuci Tangan Menggunakan Sabun Dan Air Mengalir
Menurut WHO (2009), cara mencuci tangan menggunakan air dan sabun dapat dilakukan dengan 12 langkah dalam rentang waktu 40 sampai 60 detik.
1.      Basuh tangan dengan air.
2.      Tuangkan sabun secukupnya pada tangan.
3.      Gosok kedua telapak tangan dan punggung tangan.
4.      Gosok selah-selah jari kedua tangan.
5.      Bersihkan ujung-ujung jari secara bergantian dengan cara dikatupkan.
6.      Jari-jari tangan kiri dirapatkan sambil di gosokkan ke telapak tangan kanan, dan lakukan sebaliknya.
7.      Gosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan kanan, dan sebaliknya.
8.      Gosok kuku jari tangan kanan memutar ke telapak tangan kiri, dan sebaliknya.
9.      Basuh kedua tangan dengan air mengalir.
10.  Keringkan tangan dengaan menggunakan tisue baru, (handuk tidak dianjurkan karena kelembabannya cenderung menyimpan kuman)
11.  Gunakan tisue tersebut untuk menutup kran.
12.  Tangan sudah bersih dan siap untuk digunakan.

F.     Cuci Tangan Menggunakan Handrub
6 langkah cuci tangan yang benar menurut WHO yaitu :
1.      Tuang cairan handrub pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.
2.      Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
3.      Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih
4.      Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci
5.      Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
6.      Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan


G.    Bahaya Tidak Mencuci Tangan
1.      Bagi petugas kesehatan beresiko tertular penyakit dari pasien akibat tangan yang tidak di cuci
2.      Mudah terkena penyakit infeksi flu
3.      Diare
4.      Terinfeksi bakteri E. Coli
5.      Keracunan Makanan
6.      Hepatitis A
7.      Penyakit cairan tubuh seperti typhus
8.      Impetigo (infeksi pada kulit)
9.      Disentri

DAFTAR PUSTAKA
Darmadi. 2008. Infeksi Nososkomial Problematika dan Pengendaliannya.Jakarta: Salemba Medika.
Schaffer. 2000. Infeksi Nosokomial dan Praktik yang Aman. Jakarta: EGC.
World Health Organization, 2009, WHO guidelines on hand hygiene in health care, First Global Patient Safety Challenge Clean Care is Safer Care, Geneva: WHO Perss
.

TONTON VIDIONYA, JANGANLUPA LIKE, SUBSCRIBE dan SHARE

Read more ...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search